Tentang Sebuah Ketetapan

Berbahagialah kalian, orang-orang beriman yang ketika mendapatkan suatu kesulitan menjadi pahala sabar dan kemudahan menjadi pahala syukur.

Tadi malam, saat membaca Ayat Al-Qur’an tentang kisah Nabi Zakaria yang ketika itu, mendapatkan kabar bahwa istrinya mengalami kejadian yang sangat luar biasa. Istrinya yang kala itu divonis tidak bisa memberikan keturunan kepada Nabi Zakaria. Bagaimana perasaan Nabi Zakaria tersebut?

Bagaimana suatu kesedihan yang di rasakan oleh istri Nabi Zakaria, saat mengetahui bahwa dia tidak ada lagi harapan untuk memberikan keturunan yang sangat di harap-harapkan, untuk bisa melanjutkan perjuangan dakwah suaminya tersebut?

Tapi lagi-lagi hanya Allah yang maha berkehendak atas segala sesuatu, karena selama-lamanya kekuatan iman tidak akan pernah bisa dikalahkan oleh apapun.

Teringat juga akan kisah Nabi Ibrahim yang di selamatkan oleh Allah dari panasnya bara api yang membakar tubuhnya. Allah lah yang telah menjadikan api tersebut dingin untuk Nabi Ibrahim. Begitupula kisah lautan yang sangat dalam dan bisa menenggelamkan banyak kaum, bagaimana lautan tersebut menjadi terbelah untuk Nabi Musa, tentang orang yang sudah meninggal kemudian bisa kembali hidup untuk Nabi Isa dan bulanpun bisa terbelah untuk Nabi Muhammad SAW.

Perhatikan pula dengan saksama kisah hidup Nabi Yusuf ‘alaihissalam, maka kamu akan menemukan bahwa kaidah ini cukup menggambarkan drama mengharukan antara Nabi Yusuf dan sang ayah, Nabi Ya’qub ‘alaihimassalam.

Renungkan pula kisah Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha yang ditinggal wafat oleh suaminya Abu Salamah radhiyallahu ‘anhu. Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha berkata, ‘Aku mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tiada seorang muslim yang ditimpa musibah, lalu ia mengucapkan doa yang diperintahkan oleh Allah” :

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي، وَأَخْلِفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا، إِلَّا أَخْلَفَ اللهُ لَهُ خَيْرًا مِنْهَا‘

Sesungguhnya kami milik Allah dan kami akan kembali kepada-Nya. Ya Allah, limpahkan pahala kepadaku atas musibah yang menimpaku dan berikanlah gantinya yang lebih baik. Kecuali Allah akan member gantinya yang lebih baik.

Ummu Salamah berkata (Bertanya), Ketika Abu Salamah meninggal dunia, “Siapa di antara seorang mu’min yang lebih baik dari Abu Salamah?! Siapakah penghuni rumah yang pertama kali hijrah kepada Rasulullah?! Kemudian aku mengucapkan doa di atas. Lalu Allah menggantikannya dengan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda”(HR. Muslim no. 918).

Demikianlah Ummu Salamah menjalankan apa yang diperintahkan untuk dilakukan dan di kerjakan ketika dirinya menerima musibah:

Bersabar, membaca istirja’ (kalimat inna lillahi wa inna ilaihi raji’un) dan mengucapkan doa di atas, maka Allah akan menggantinya dengan yang terbaik, yang tidak ia bayangkan sebelumnya.

Inti dari semua ini adalah sebagaimana yang dinyatakan oleh seorang penyair,

عَلَى الْمَرْءِ أَنْ يَسْعَى إِلَى الْخَيْرِ جُهْدَهُ

وَلَيْسَ عَلَيْهِ أَنْ تَتِمَّ الْمَقَاصِدُ

Seseorang seharusnya berusaha sekuat tenaganya mendapatkan kebaikan

Tetapi, ia tidak akan bisa menetapkan keberhasilannya

Jadi, segala sesuatu yang terjadi pada seorang muslim, yang terjadi pada diri kita dan hal tersebut tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan, itu adalah salah satu bentuk kasih sayangnya Allah kepada kita. Ujian itu hadir dengan tujuan menuntut kita menuju kesempurnaan diri dan juga kesempurnaan kenikmatan-Nya. Jangan buru-buru mencela Ujian yang Allah berikan, yakinlah ketetapan Allah adalah yang terbaik. Seperti dalam firman-Nya

فَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا

Mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (QS. An-Nisa’: 19).


Yakinlah, bahwa Allah tidak akan pernah mengecewakan doa hamba-hambanya. Tetapkan niat dan teruslah berdoa. Percayalah bahwa Allah itu maha kuasa, maha mengabulkan atas segala pinta. Atas ujian itu, jangan jadikan diri kita berputus asa, bersabarlah dan tetap berbaik sangka lah kepada Allah, karna Allahlah yang maha tau apa yang terbaik untuk kita.

Malang, 13 Oktober 2020

#ODOP #OneDayOnePost #OdopBatch8 #Odop2020 #OdopDay37

Diterbitkan oleh Cerita Bunda Triple A

Assalamualaikum ;) Selamat datang di Blog pribadi Cerita Bunda 3Ple A(Bundanya Asyraf,Ahsan,Aisyah). Selain menulis, saya adalah ibu dari Dua putra dan Satu putri yang suka sekali mengabadikan moment sehari-hari Anak-anak. Selain itu saya juga suka sekali kulineran. Blog yang masih baru saya buat ini, semoga ada secuil manfaat untuk pembaca. Yuk berbagi cerita dan pengalaman seru lewat blog ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web Anda di WordPress.com
Mulai
%d blogger menyukai ini: