Mengulas Cerpen Kamar Mandi Mertua

Menganalisis unsur Intrinsik dan Ekstrinsik pada Cerpen Kamar Mandi Mertua Oleh Mabruroh Qosim

Sebelumnya, saya ingin menjelaskan sekilas tentang kata analisis. Dalam linguistik, analisis adalah kajian yang dilaksanakan terhadap sebuah bahasa guna meneliti struktur bahasa tersebut secara mendalam. Sedangkan pada kegiatan laboratorium, kata analisis atau analisis bisa juga berarti kegiatan yang dilakukan di laboratorium untuk memeriksa kandungan suatu zat dalam cuplikan. Namun, dalam perkembangannya, penggunaan kata analisis mendapat sorotan dari kalangan akademisi, terutama kalangan ahli bahasa. Penggunaan yang seharusnya adalah kata analisis. hal ini dikarenakan kata analisis merupakan kata serapan dari bahasa asing (inggris) yaitu analisys. Dari akhiran -isys bila diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi -isis.

Jadi sudah seharusnya bagi kita untuk meluruskan penggunaan setiap bahasa agar tercipta praktik kebahasaan yang baik dan benar demi tatanan bangsa Indonesia yang semakin baik. Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata analisis diartikan sebagai penyelidikan terhadap suatu peristiwa (karangan, perbuatan, dan sebagainya) untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya (sebab-musabab, duduk perkaranya, dan sebagainya).

Dari penjabaran di atas, dapat disimpulkan sesuai dengan objek tulisan saya pada artikel ini yaitu karya sastra, maka analisis yang dimaksud adalah menyelidiki sebuah cerpen terkait unsur intrinsik dan ekstrinsik yang terkandung di dalamnya. Data yang dianalisis adalah cerpen yang berjudul Kamar Mandi Mertua yang di tulis oleh Mabruroh Qosim.

Bagi sahabat cerita bunda triple A yang belum membaca cerpen ini, silahkan baca terlebih dahulu disini ya Cerpen Kamar Mandi Mertua  Tulisan ini juga bentuk mengerjakan tugas pekan ke-7 di komunitas Odop Batch-8. Terimakasih Odop, karena tugas ini saya jadi sedikit bernostalgia sama pelajaran bahasa Indonesia ketika SMK dulu, hehhehehe..
Dan berikut pembahasan saya tentang cerpen Kamar Mandi Mertua.


ANALISIS UNSUR INTRINSIK DAN EKSTRINSIK
PADA CERPEN KAMAR MANDI MERTUA OLEH MABRUROH QOSIM

PEMBAHASAN

Sinopsis Cerpen Kamar Mandi Mertua Oleh Mabruroh Qosim. Cerita bermula ketika si tokoh utama yaitu Maryani (Aku), seorang perempuan muda yang kebetulan tinggal bersama di rumah mertuanya. Dengan kondisi ditinggal kerja sang suami yang hanya pulang kerumah dengan waktu tiga bulan sekali. Di ceritakan bahwa Maryani, di suatu pagi setelah dia keluar dari kamar mandi mertuanya yang terpisah dengan rumah itu menjumpai adanya seorang perempuan yang sedang mengendap-endap di antara pohon singkong yang menjadi penghalang antara rumah dan kamar mandi mertuanya. Perempuan berambut panjang tersebut sedang membawa kardus dan meletakkan dibawah rimbunnya pohon singkong milik mertua Maryani yang kemudian kardus tersebut ditinggal pergi begitu saja.

ANALISIS UNSUR INTRINSIK

Pengertian Unsur Intrinsik

Unsur intrinsik ialah unsur yang secara langsung hadir atau muncul di dalam sebuah karya sastra atau unsur yang berasal dari dalam sebuah karya sastra itu sendiri sehingga mempengaruhi terbentuknya karya sastra tersebut.

Jenis-jenis Unsur Intrinsik dalam Cerpen Kamar Mandi Mertua ini adalah bagian-bagian dari unsur Intrinsik yang mempengaruhi terbentuknya Cerita Pendek dalam hal ini secara khusus cerpen Kamar Mandi Mertua.

Tema


Tema merupakan gagasan atau ide sebuah karya sastra. Tema harus mampu menjiwai sebuah karya sastra sebab tema inilah yang merupakan dasar penulisan sebuah karya sastra. Dalam cerita pendek Kamar Mandi Mertua ini tema yang dapat penulis simpulkan adalah “Jengkelnya sari atas perlakuan suami juga mertuanya padahal, sari di ceritakan sudah selalu menuruti apa kemauan mertua dan suaminya. Juga tentang permasalahan sosial yang banyak terjadi di kehidupan masyarakat”.

Amanat


Amanat adalah kesan atau pesan yang dapat memberikan tambahan pengetahuan dan pendidikan serta sesuatu yang bermakna dalam hidup yang memberikan penghiburan, kepuasan, dan kekayaan batin kita terhadap hidup.

Dalam cerpen yang ditulis oleh Mabruroh Qosim ini, terdapat banyak sekali amanat yang dapat diambil, diantaranya adalah

  • Jangan lupa berdoa ketika akan masuk dan keluar dari kamar mandi
  • Jangan berlama-lama di dalam kamar mandi sebagaimana pesan-pesan orangtua kita yang mengatakan “Jangan berlama-lama di kamar mandi, karena kamar mandi tempatnya setan”
  • Bertanggungjawab terhadap apa yang sudah kita perbuat. Dalam cerita tersebut, membuang bayi adalah perbuatan yang sangat tidak terpuji, selain perbuatan ini sangat tercela, akan banyak dampak yang ditimbulkan atas perbuatan membuang bayi tersebut.
  • Sebagai orangtua, sudah sepatutnya kita bekali anak-anak kita dengan ilmu agama yang baik. Tak hanya materi ilmu pengetahuan umum, bekal akhlak yang baik dan pendidikan agama yang mumpuni, agar anak-anak kita menjadi pribadi yang faham hukum dan larangan-larangan untuk tidak melakukan perbuatan yang tidak baik yang akan memberikan efek buruk kepada anak-anak kita.
  • Sebisanya kita harus menjaga perilaku kita, jangan sampai melakukan kesalahan yang membuat nama keluarga besar kita tercoreng.

Alur


Alur atau plot merupakan jalan cerita dalam sebuah karya sastra. Wujud alur dalam karya sastra biasanya berupa jalinan peristiwa yang memperlihatkan koherensi atau kepaduan tertentu. Kepaduan alur dalam sebuah karya sastra diwujudkan oleh interaksi tokoh, tema, karena akibat, atau ketiganya. Ada 3 jenis alur dalam karya sastra, yakni alur maju, alur mundur, dan alur campuran.

Dalam Cerpen Kamar Mandi Mertua ini alur cerita yang digunakan adalah Alur maju. Di awali pada paragraf pertama yang menjelaskan bagaimana penulis menceritakan kamar mandi mertuanya. kemudian di Paragraf ke lima muncullah konflik saat mertua Maryani menemukan kardus yang berisi bayi kemudian cerita berlanjut semakin seru dengan di akhiri cerita dengan ending yang cukup menarik yang akan menyimpulkan siapa ayah dan ibu dari bayi yang ditemukan mertua Maryani tersebut.

Alur mempunyai tahap-tahap sebagai berikut :

Tahap perkenalan atau Eksposisi


Adalah tahap permulaan suatu cerita yang di mulai suatu kejadian tetapi belum ada ketegangan (perkenalan para tokoh, reaksi antar pelaku, penggambaran fisik, penggambaran tempat). Dalam Cerpen Kamar mandi Mertua perkenalan terdapat pada Paragraf 1, 2, 3, 4. Dalam paragraf ini penulis menjelaskan tentang bagaimana kehidupannya yang tinggal bersama mertua, ditinggal suaminya bekerja di luar kota juga menjelaskan siapa sari dan apanyang dilakukannya dengan mengendap-endap ke kamar mandi mertuanya, hingga dilihatnya sari yang membawa kardus kemudian ditinggalkan di semak-semak rimbunnya daun singkong di belakang rumah mertuanya.

Latar

Latar atau Setting merupakan unsur karya sastra yang mampu menunjukan di mana, kapan, dan bagaimana suasana sebuah peristiwa dalam karya sastra itu berlangsung. Terdapat tiga macam latar dalam sebuah karya sastra, yakni latar tempat, latar waktu, dan latar suasana.

1. Latar tempat
Dalam cerpen Kamar Mandi Mertua, yang menjadi latar tempat atau berlangsungnya pesristiwa-peristiwa yang disajikan dalam cerita adalah di sebuah perkampungan, dijelaskan dalam cerita bahwa lokasi berada di kamar mandi dan rumah utama terpisah jarak dan kebun singkong. Kamar mandi milik mertua Maryani dan kebun yang mengitarinya menjadi latar tempat utama cerpen ini.

2. Latar waktu
Dalam cerpen Kamar Mandi Mertua, yang menjadi latar waktu atau kapan berlangsungnya pesristiwa-peristiwa yang disajikan dalam cerita adalah saat masih pagi buta, ketika Maryani melihat Sari mengendap-endap dari kamar mandi menuju ke kebun hingga pada akhirnya ditemukan bayi di sebuah kardus.

3. Latar Suasana
Dalam cerpen Kamar Mandi Mertua, yang menjadi latar suasana atau keadaan peristiwa-peristiwa yang disajikan dalam cerita adalah sebagai berikut :

  1. Bingung. Saat orang-orang kebingungan ketika menemukan bayi di dalam kardus, terdapat di paragraf ke-5 “seisi kampung geger oleh penemuan bayi dalam kardus yang ditemukan di belakang rumah mertuaku”
  2. Sedih dan Marah. Saat maryani mengetahui kelakuan bejat sang suami dan sedih bahwa bayi tersebut adalah anak hasil hubungan gelapnya dengan sari.
  3. Misterius, bisa dibayangkan ketika orang-orang kebingungan menemukan bayi di dalam kardus. Sekaligus juga ada sentuhan amarah karena Maryani mengetahui kebejatan Sari dan suaminya.     

Tokoh dan Penokohan

Tokoh merupakan orang yang menjalankan seluruh peristiwa dalam sebuah karya sastra. Penokohan merupakan penyajian watak atau pencitraan yang ditunjukan oleh setiap tokoh. Dalam Cerpen di atas tokoh-tokoh yang terlibat adalah Tokoh utama dalam cerpen ini digambarkan dalam pov pertama (aku) yaitu Maryani. Diceritakan dia adalah perempuan muda yang tinggal di rumah mertuanya. Kemudian adanya tokoh pendukung yaitu Ibu mertua Maryani yang digambarkan tak terlalu perhatian dengan menantunya. Yang membuat cerita semakin hidup dan seru yaitu adanya tokoh bernama Marbun, suami Maryani yang di ceritakan seorang laki-laki yang sibuk mencari nafkah dan tidak peduli pada istri dan anaknya. Kemudian membuat Maryani geram karena di ketahui kalau suaminya berani bermain api dengan tetangga sendiri, sementara luka istrinya pasca melahirkan saja belum mengering.

Dia adalah Sari, anak orang kaya yang terbiasa hidup mewah, namun menjadi gadis yang tak tahu malu dengan memacari pria-pria beristri termasuk Marbun yang sering mengendap-endap setiap malam untuk melakukan hal tak sepantasnya bersama Sari di kamar mandi ibunya.

Konflik

Konflik dalam sebuah karya sastra berarti permasalahan-permasalahan yang dimunculkan dalam sebuah cerita. Terdapat dua jenis konflik yang seringkali ditampilkan dalam sebuah karya sastra, yakni konflik batin dan konflik antar pelaku.

Dalam cerpen Kamar Mandi Mertua, konflik yang terjadi adalah saat ditemukannya kardus oleh mertua Maryani kemudian hingga muncul kemarahan Maryani atas terbongkarnya siapa ayah dan ibu bayi tersebut.

Sudut Pandang

Sudut pandang (Point of View) merupakan penempatan pengarang atau posisi pengarang di dalam sebuah cerita yang dibuatnya. Dalam cerpen tersebut sudut pandang yang di gunakan adalah POV pertama dengan sudut pandang dari Maryani, tokoh utamanya.

UNSUR EKSTRINSIK

Pengertian Unsur Ekstrinsik

Unsur ekstrinsik adalah unsur-unsur yang berasal dari luar yang dapat mempengaruhi terbentuknya sebuah karya sastra atau unsur-unsur yang turut memengaruhi karya sastra, tetapi tidak ditampilkan langsung ke dalam ceritanya. Unsur Ekstrinsik yang mempengaruhi tersusunnya cerpen kamar mandi mertua adalah sebagai berikut :

Latar Belakang Penciptaan

Adalah dasar atau alasan suatu cerpen dibuat atau dibangun oleh pengarang. Dalam cerpen tersebut, yang menjadi latar belakang terbangunnya cerita kamar mandi mertua adalah Penulis menjelaskan tentang bagaimana kehidupannya yang tinggal bersama mertua, yang harus menuruti apapun perintah dan kemauan mertuanya, Penulis yang menceritakan saat ditinggal suaminya bekerja di luar kota dan bertemu hanya tiga bulan sekali, itupun suaminya tak sepenuhnya memperhatikan istri dan anaknya. Yang kemudian juga menjelaskan siapa yang bernama Sari dan apa yang dilakukannya dengan mengendap-endap ke kamar mandi mertuanya, hingga dilihatnya sari saat pagi buta membawa kardus kemudian ditinggalkan di semak-semak rimbunnya daun singkong di belakang rumah mertuanya.

Kondisi Masyarakat

Keadaan masyarakat baik itu ekonomi, sosial, budaya dan politik pada saat karya sastra tersebut di bangun, dalam hal ini cerpen. Dalam cerpen tersebut saya belum bisa memastikan sepenuhnya, karena banyaknya kasus kejadian hamil di luar nikah, perselingkuhan dengan tetangga sendiri dan semakin seringnya ditemukan bayi yang dibuang di pinggir jalan atau di semak-semak yang mungkin menjadi dasar ditulisnya cerpen ini.

Pandangan Hidup Pengarang

Merupakan konsep yang dimiliki seorang Penulis Cerpen yang bermaksud menanggapi dan menerangkan segala masalah di dalam cerpen tersebut. Dalam cerpen ini yang menjadi pandangan hidup Pengarang dalam menulis cerpen tersebut adalah dipengaruhi oleh rasa jengkelnya pengarang saat tidak di perhatikan oleh suami dan mertuanya, serta kemarahan pengarang saat mengetahui suaminya berduaan dengan wanita tetangga rumahnya dan melakukan hal yang tak semestinya dilakukan, hingga akhirnya pengarang mengetahui tentang rahasia siapa ayah dan ibu bayi yang ditemukan oleh mertuanya itu.

Nilai yang Terkandung di dalam Cerpen

Ada beberapa nilai yang menjadi unsur ekstrinsik dalam sebuah cerpen. Nilai-nilai yang terkandung dalam cerpen Kamar Mandi Mertua diantaranya adalah:

1. Nilai Agama: Ada pesan yang terkandung di dalam cerpen, bahwasanya kamar mandi adalah tempat kotor yang banyak dihuni oleh setan, sebaiknya jangan berlama-lama di dalamnya.

2. Nilai Moral dan Sosial: Tersirat di dalam cerpen bahwa penulis sangat menyayangkan sekali tingkah laku anak-anak di masa sekarang, dimana saat semuanya serba canggih dan serba terfasilitasi namun ternyata moral dan adab yang dimiliki sangat minim sekali. Sehingga di cerpen ini menjadi gambaran betapa kemerosotan mental semakin parah terjadi di masyarakat moderen. Mereka dengan mudahnya menjalin hubungan dengan pria atau perempuan yang telah menikah, lalu ketika hubungan tersebut menghasilkan bayi, dengan mudahnya bayi tersebut dibuang dan diterlantarkan.

3. Nilai Budaya: Cerpen ini menjelaskan bagaimana budaya zaman dahulu masih di pegang erat oleh masyarakat. Bahwa ketika suami sibuk mencari nafkah dan tak menghiraukan kebutuhan batiniah istrinya. Bagaimana seharusnya yang dilakukan suami ketika istri yang setelah melahirkan butuh perhatian yang lebih banyak, namun di cerita ini suami malah asyik berduaan dengan perempuan lain. Selain itu juga budaya di mana mertua dari pihak laki-laki seringkali mendominasi sang istri. Adab terhadap mertua memang harus dijunjung tinggi namun tentu saja bukan berarti meniadakan percakapan antara mertua dan menantu.

Dalam cerpen ini digambarkan betapa Maryani perlahan mulai jengkel ketika dirinya harus selalu menuruti kemauan mertuanya. Yang seharusnya ada beberapa hal di mana mertua pun harus paham dengan pilihan menantunya yang mungkin saja berbeda dengan dirinya.

SIMPULAN

Sebuah cerpen dapat dianalisis dengan berbagai metode pendekakatan. Pada artikel ini, Penulis menggunakan metode pendekatan objektif yaitu pendekatan yang memfokuskan perhatian kepada karya sastra itu sendiri. Pendekatan ini memandang karya sastra sebagai struktur yang otonom (tidak dipengaruhi oleh hal lain atau berdiri sendiri) dan bebas dari hubungannya dengan realitas, pengarang maupun pembaca. Pendekatan ini juga disebut sebagai pendekatan intrinsik karena kajian difokuskan pada unsur intrinsik karya sastra yang dipandang memiliki kebulatan, koherensi, dan kebenaran sendiri.

Pendekatan objektif pada prinsipnya memandang karya seni terpisah dari segala sesuatu yang berada di luar karya tersebut. Seni adalah karya seni itu sendiri, lepas dari segala faktor eksternal yang ada. Dalam melakukan analisis dengan sendirinya cukup dengan sesuatu yang sudah ada di dalam karya.

Akhir kata, semoga ulasan cerpen ini bermanfaat buat sahabat cerita saya yang kebetulan membacanya. Oiya, jangan lupa untuk mengunjungi Ngodop.com dan temukan banyak sekali cerita seru dari penulis-penulis hebat.

Ditulis di malang, 12 Oktober 2020

#Odop #OneDayOnePost #OdopChallenge6 #Odop2020 #OdopBatch8 #OdopDay36

Diterbitkan oleh Cerita Bunda Triple A

Assalamualaikum ;) Selamat datang di Blog pribadi Cerita Bunda 3Ple A(Bundanya Asyraf,Ahsan,Aisyah). Selain menulis, saya adalah ibu dari Dua putra dan Satu putri yang suka sekali mengabadikan moment sehari-hari Anak-anak. Selain itu saya juga suka sekali kulineran. Blog yang masih baru saya buat ini, semoga ada secuil manfaat untuk pembaca. Yuk berbagi cerita dan pengalaman seru lewat blog ini.

22 tanggapan untuk “Mengulas Cerpen Kamar Mandi Mertua

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web Anda di WordPress.com
Mulai
%d blogger menyukai ini: