Untukmu, Pemuda Indonesia

Puisi untuk pemuda

Untukmu para pemuda
Kalian adalah tulang punggung bangsa
Yang tak pernah lelah dalam berjuang
Meski pada akhirnya gagasan kalian tak terdengarkan

Kalian, tak takut terbuang
Dan selalu kuat tuk hadapi segala tantangan
Yang akan terus bertahan
Demi negri yang kau perjuangkan

Kami bangga padamu
Wahai para pemuda Indonesia
Kaulah pahlawan kami
Yang hingga saat ini tetap membela kami

Selalu membela bangsa ini
Membela bangsa yang sangat kau cintai
Kaulah para pemuda yang tak mengenal lelah
Menjadi pembela tanpa pernah menyerah

Terimakasih
Semoga kegigihanmu
Abadi di saat ini
Hingga nanti

#Odop #Odop2020 #OdopBatch8 #TantanganPekan8 #OneDayOnePost #OdopDay50

Gampang Tersinggung

Mungkin, kebanyakan perempuan akan mudah sekali merasa tersinggung. Padahal mungkin saja yang di ucapkan orang-orang itu sama sekali tidak ada maksud untuk menyinggung, mungkin saja mereka hanya bergurau dan basa-basi, tapi kondisi dan waktunya yang kurang tepat.

Terkadang ada yang tiba-tiba nyeletuk
” Ndak tau rasanya lah, kan lahirannya SC, Anaknya jadi anak mahal “

” Haa, anaknya ternyata belum 2tahun, kok sudah hamil lagi sih, kasihan anaknya masih kecil ntar kurang kasih sayang “

” Anaknya udah 2Tahun kok masih pakek Pampers sih? “

” Anak udah kelas 1 SD masih aja minta disuapin, gak bisa makan sendiri “

Kalian, apakah ada yang pernah ngalamin? Apakah ada yang ngerasa sakit hati?

Heheheh, kita sama kok. Sakit hati sudah pasti, sayapun juga tersinggung jika ada yang dengan sengaja mengomentari saya seperti itu.

Tapi saya pernah dengar, ada yang bilang kalau seorang perempuan itu harus kuat, gak boleh dikit-dikit sakit hati, dikit-dikit tersinggung. Harus strong !

Kemudian saya jadi berfikir, saya jadi merenung. Kok saya bisa sakit hati ya? Kesinggung karena apa tadi? Omongan orangnya atau karena memang saya sedikit gak enak hati sama orangnya..hehehhee atau bisa jadi saya yang terlalu kebawa perasaan..

Pas malamnya, saya curhat sama laki-laki difoto ini, selalu di ademin. Apapun unek-unek yang saya sampaikan selalu ada solusi. Hehhehe udah kayak iklan semua pasti ada solusinya, hihhiihh.

Yang selalu saya ingat saat saya bilang kok sakit hati rasanya ya, tadi dibilang begini, diomongin begitu, bla bla bla dan lain sebagainya. Terus dengan santai laki-laki ini bilang ” Halah, biarin aja. Mereka kan enggak tau yang sebenarnya, masa tersinggung sama orang yang gak tahu apa-apa ” kemudian selalu diakhiri dengan tertawa yang sayapun langsung tertawa saat laki-laki ini tertawa.

Tapi, bener juga sih. Kenapa saya kesinggung sama orang yang tak tahu apa-apa. Mereka kan enggak tahu yang sebenarnya, jadi kenapa saya harus tersinggung? Heheheheh

Intinya, sekarang jika saya mulai tersinggung sama omongan orang lain, saya harus nempatkan orang itu sebagai orang yang tak tahu apa-apa, dengan begitu mungkin saya akan melupakan rasa enggak enak hati tadi. Terus, buat yang kebetulan baca ini, coba deh praktekin.

Apakah kalian juga bisa menjadi Kuat setelah ngelakuin hal ini?

Malang, 25 Oktober 2020

#Odop #OneDayOnePost #OdopDay49 #OdopBatch8 #Odop2020

Saat itu, Tak akan pernah Bunda lupakan

Nak, kamu mungkin tidak mengingat detail kehidupan yang kamu jalani sebelum kehadiran adikmu. Tapi, bunda akan mencoba mengingatkannya, dan itulah tujuan bunda menuliskan ini untukmu.

Karena bunda ingin menjadi seorang penjaga yang akan mengingat semua kenanganmu yang terlupakan, dan bunda juga berjanji untuk tidak pernah melupakannya.

Asyraf, setelah tadi ada reminder di google foto, bunda menemukan foto-foto mas saat masih balita hingga mas Asyraf berusia kurang dari lima tahun. Namun, setelah melihat foto-foto itu, entah kenapa bunda merasa sedikit terusik.
Ke mana pipi gemash dan tubuh gendut serta paha mungilnya yang dulu? Ke mana senyumannya yang menggemaskan kala itu? Saat bunda kembali melihatnya, sungguh bunda merasa tak berdaya.

Mengapa secepat itu waktu berlalu? Kenapa semuanya berjalan dan pergi begitu cepat?
Sekarang, Asyraf sudah menjadi kakak laki-laki yang (mulai) bisa bertanggung jawab dan mampu mengatasi kejahilan serta amukan adik laki-lakinya.

Saat adiknya berulah, dia baik-baik saja, tetapi terkadang ada kesedihan yang berusaha dia sembunyikan.
“ Anak-anakku hanya akan mengingat dan merekam seperti apa kehidupannya sekarang, kehidupan yang saat ini kami jalani, berlima menjadi keluarga yang bahagia”. Ini adalah sugesti saya pada diri sendiri.

Dan saya berharap benar adanya jika Asyraf tak akan mengingat dengan detail bagaimana kehidupannya sebelum hadirnya kedua adik Asyraf yang semakin menambah lengkapnya kebahagian keluarga kami.

Tetapi, bunda tidak akan pernah melupakan saat dimana kami masih hanya bertiga, sekarang bunda ingin memberi tahumu tentang hal-hal yang akan selalu bunda ingat, cerita tentang anak laki-laki pertama bunda yang manis, pintar dan juga cerdas.

Nak, bunda menuliskan ini agar bunda selalu bisa mengingat tentang masa dimana hanya ada bunda dan Asyraf, dimana hanya bunda yang menjadi tempat berkeluh kesah, tempat memberikan kenyamanan juga kebahagiaan untuk Asyraf.

Meskipun bunda, tak akan pernah melupakannya sampai kapanpun.
Melalui tulisan bunda ini, akan bunda ingatkan untuk mas Asyraf tentang kegembiraan yang tak terlukiskan dan penuh air mata saat akhirnya kamu tahu bakal ada calon adik di dalam perut bunda.

Bagaimana gembiranya Asyraf saat tau bahwa dia akan memiliki adik yang akan menjadi teman bermainnya.
Saat bagaimana Asyraf dengan antusias ketiap kali mengantarkan bunda untuk periksa bulanan, rela mengantre hingga larut malam hanya untuk melihat detak jantung adek yang sehari-hari menendang-nendang perut bunda.

Saat bagaimana binar mata bahagianya Asyraf setelah tahu bahwa calon adiknya adalah laki-laki yang sesuai dengan apa yang menjadi do’anya setiap hari.
Nak, sungguh bunda tak akan pernah lupa dan akan selalu bunda ingat tentang hari-hari panjang dan indah, saat hanya ada kita berdua.

Denganmu, menunggu Abi pulang kerja, sambil menyuapimu di kontrakan itu, kita berjalan-jalan, berpelukan, masih teringat bagaimana saat bunda menyusuimu, terekam jelas saat binar mata itu menatap bunda dengan penuh kasih sayang dan kenyamanan.

Nak, Senyum pertamamu waktu itu, wajah marahmu ketika kamu bosan dengan menu makanan yang bunda masak untukmu. Bagaimana dulu saat pertama kali kamu tengkurap, bisa merangkak, hingga langkah pertamamu, dan juga gigi pertama yang tumbuh tepat sebelum ulang tahun pertamamu.

Juga seluruh pengalaman pertamamu itu adalah pengalaman pertama bunda yang sangat membahagiakan.

Jika nanti kamu lupa bagaimana bahagiamu waktu itu, tulisan ini bisa jadi akan selalu mengingatkanmu.

Asyraf, Terima kasih Nak, karena kamu telah memilih bunda menjadi seorang ibu untukmu. Terimakasih karena telah mengajarkan bunda tentang arti cinta yang sesungguhnya, tentang kebanggaan, kebahagiaan, kesenangan juga terkadang tentang kegalauan dan sakit hatinya bunda.

Nak, kamu telah berhasil mengubah dunia bunda. Benar, mungkin kamu tidak akan mengingat momen-momen ini, karena ini terjadi saat sebelum kedua adikmu terlahir. Kamu pasti tidak akan ingat bahwa bagaimana bunda dan abi pernah memberikan cinta, kasih sayang dan perhatian yang tak akan pernah terbagi-bagi seperti sekarang.

Dan mungkin, karena inilah yang mampu membuatmu mempunyai sifat yang manis, tegas, penyayang dan murah hati seperti sekarang.

Nak, sekali lagi bunda tuliskan bahwa bunda adalah penjagamu, dari kenangan yang kamu lupakan. Dan bunda, tidak akan pernah melupakan. Dan bunda mohon agar kamu, juga tak akan melupakannya.

Terimakasih, karenamu bunda semakin banyak belajar. Belajar tentang ikhlas, belajar tentang berbagi kasih sayang dan belajar untuk lebih bersabar.


Malang, 24 Oktober 2020

OneDayOnePost #Odop #OdopBatch8 #Odop2020 #OdopDay47

Cara Menstimulasi Kecerdasan Emosional Anak Sejak Dini

Kebanyakan orang tua berpikir tidak perlu mengenalkan tentang emosi kepada balitanya, karena menganggap ini adalah konsep yang sangat abstrak. Padahal sebenarnya, saat balita Anda sudah bisa berbicara dengan lancar, maka dia sudah bisa mengerti tentang emosinya. Justru yang sering terjadi, anak tidak bisa memahami emosi yang dia rasakan, hingga akhirnya menjadi tantrum, gampang menangis atau marah.

Kecerdasan Emosi Akan Meningkatkan Kualitas Hidup Anak di Masa Depan

Ikatan emosional anak akan terbentuk erat ketika ia percaya pada lingkungannya. Rasa percaya inilah yang membuat anak dapat memahami dan belajar tentang emosi dengan lebih mudah. Inilah yang kemudian akan membuat anak lebih percaya diri untuk mengekspresikan perasaannya dan cepat berempati pada teman-teman sekelompoknya. Menurut Direktur Research and Education for the Glendon Association, Lisa Firestone, PhD.

Orang tua, seringkali lupa bahwa di masa balita dengan perkembangan otak yang begitu pesat, anak mengamati, beradaptasi, beraksi, dan menghasilkan ide justru berdasarkan pengalaman emosinya. lanjut Firestone, “Saya jadi bertanya-tanya, untuk apa anak-anak diajari bicara, diajari begitu banyak mata pelajaran di sekolah, dan dibekali dengan keahlian dasar tapi kemudian lupa untuk dimatangkan kecerdasan emosionalnya. Padahal kemampuan inilah yang akan secara dramatis meningkatkan kualitas hidup anak di masa depan,” tulisanya yang dilansir dari Psychology Today.

Kecerdasan emosional akan mengajarkan anak tentang bagaimana mengerti emosi yang dirasakan, apa yang membuat mereka merasakan hal itu dan bagaimana menghadapinya. Ini sebenarnya adalah kemampuan esensial untuk mencapai kesuksesan dalam hidup.

Beragam penelitian menunjukkan emotional intelligence atau EQ bisa memprediksi 54 persen keberhasilan hidup seseorang di masa depan. Anak dengan tingkat EQ yang baik ternyata memiliki nilai-nilai yang bagus selama di sekolah dan mayoritas membuat keputusan-keputusan yang tepat dalam hidupnya.

Lantas, Bagaimana Caranya Mematangkan Kecerdasan Emosional Anak?


Adalah Dr. Marc Brackett yang membentuk Center for Emotional Intelligence di Yale. Ia bersama timnya kemudian menciptakan program RULER untuk diterapkan di sekolah agar anak-anak memiliki kematangan emosional yang lebih baik. RULER sendiri adalah singkatan dari Recognizing emotions in self and others atau mengenali emosi dalam diri sendiri dan pada orang lain.

Jadi, program yang mereka buat akan menjadikan anak-anak mampu mengetahui apa penyebab dan konsekuensi dari sebuah emosi. Mereka juga menjadi lebih bisa menamai emosi serta meresponnya dengan tepat. Dan yang terpenting, anak-anak jadi bisa meregulasi emosinya sendiri.

Hasilnya, anak-anak yang mengikuti program ternyata tidak hanya memiliki kecerdasan secara emosional, tetapi juga menajamkan kemampuan sosial, kepemimpinan, dan mendapatkan nilai akademis yang bagus. Secara bersamaan, anak juga menjadi jarang depresi atau cemas berlebihan, dan aksi perundungan atau bullying antar siswa berkurang secara signifikan.

Adapun komponen dari RULER untuk membentuk kecerdasan emosional anak adalah:

-Kesadaran diri atau self awareness adalah kemampuan untuk mengidentifikasi emosi yang ada dalam dirinya.
-Regulasi diri atau self regulation adalah kemampuan untuk mengendalikan diri untuk bereaksi dengan tepat terhadap emosi yang muncul.
-Motivasi diri atau internal motivation adalah kemampuan untuk mengetahui apa yang terpenting dalam hidup.
-Empati adalah kemampuan untuk memahami emosi orang lain.
-Kemampuan sosial atau social skill adalah mampu membangun koneksi sosial.

Tetapi kecerdasan emosional anak tidak akan terbentuk optimal, jika orang tua tidak bisa mengendalikan emosinya sendiri. Itulah mengapa Brackett sangat menekankan kalau kesadaran untuk memiliki kecerdasan emosi harus dimulai dari orang tua.

Kabar baiknya, kecerdasan emosional bisa diajarkan pada usia berapa saja, artinya tidak ada kata terlambat bagi orang tua untuk mulai belajar tentang hal ini. Sambung Brackett.

Sedangkan, langkah awal untuk memulainya adalah mampu untuk fokus pada momen saat ini sambil menerima, serta mengenali emosi serta perasaan fisik yang muncul, menurut Firestone.

Konsep ini dalam dunia psikologi disebut sebagai mindfulness atau kesadaran penuh. Penelitian menunjukkan, melatih untuk bisa sadar penuh secara emosi, akan menyelamatkan Anda dari stres dan depresi. Ajaibnya, manfaat yang sama juga terjadi pada anak-anak. 

Lalu, bagaimanakah cara paling mudah melatih mindfulness? “Banyak penelitian mengungkapkan, latihan yoga sangat bisa melatih mindfulness seseorang. Dan pada anak usia sekolah, yoga juga terbukti membuat mereka mampu meregulasi emosinya sendiri.”

Semoga bermanfaat ya sahabat bunda.

Malang, 22 Oktober 2020

#ODOP #OneDayOnePost #OdopDay46 #Odop2020 #OdopBatch8

Belum Banyak Bersyukur

“terus, kamu sekarang cuma momong aja? Atau ada kesibukan lain ?”

“nyambi jadi guru aku, gurunya asyraf sekolah, guru ngajinya juga plus guru Ahsan sama Aisyah juga, wkwkwk”
“semua ku lakuin sih, udah kayak kerja serabutan aku, hahhahah”

“serabutan, wkwkwk, insyaAllah ada balasannya kok, bakalan panen pahala”

“hmm, iya juga ya”
“Aku juga lagi berjuang untuk bisa lebih memanage waktu juga”

well, semua orang sedang berjuang…

mendengar cerita dari banyak orang, terkadang jadi reminder juga untuk diri sendiri untuk senantiasa bersyukur, untuk selalu memperbanyak syukur atas nikmat-nikmat Allah.

Memang enggak ada yang bilang kondisi yang dihadapi sekarang mudah, karena setiap orang sedang berjuang, mereka berjuang dengan tantangan dan caranya masing-masing.

Begitupun yang ngerasa hidupnya fine-fine aja, mereka sama-sama masih terus berjuang untuk hal yang kita tidak mengetahuinya.

Teruntuk aku, yang terkadang masih harus berjuang untuk bisa berdamai dengan rasa egois dan minimnya rasa bersyukur yang ada dalam hati, yang membuat diri ingin menunda dan menunda suatu kebaikan.

mendengar cerita dari seorang teman, nampaknya seakan jadi sindiran bagi diri sendiri, sangat berkebalikan denganku, hampir setengah tahun terakhir, aku merasa tak terarah. Semenjak ada si bayi dan aku merasa pekerjaan tiada habisnya, menguras tenaga dan juga fikiran.

Bahkan tak pernah terlintas di pikiranku akan sebuah kesulitan untuk orang-orang yang sangat menginginkan kesibukan seperti yang saat ini aku lakukan. Kurangnya bersyukur atas bisanya aku mengerjakan pekerjaanku meskipun tercicil-cicil.

Tak jarang akupun merasa menjadi seorang manusia yang lupa untuk terus bersyukur, sangat egois, dan menjadi tidak peduli. Aku sadar bahwa ternyaata aku masih belum bisa berdamai dengan diri sendiri, sadar bahwa aku cenderung menyulitkan diri sendiri, padahal Allah sudah menawarkan serentetan kemudahan, harusnya tinggal dijalani dan diikhtiarkan saja dengan maksimal.

Terkadang aku ngerasa ini hanya alibi untuk memanjakan rasa malasku, lupa bahwa dengan bertambahnya umur, amanah , kebermanfaatan, tanggungjawab, harusnya semakin luas, bukan malah berkurang.

Adalah sebuah keanehan jika seiring berjalannya waktu, aku malah enggak bertambah sibuk memperbaiki semuanya.

#ODOP #OneDayOnePost #OdopDay45 #Odop2020 #OdopBatch8

Hikmah Belajar Via Daring

Dimulai Tanggal 12 Oktober 2020 kemarin, beberapa kota besar di Indonesia sudah diberlakukan penerapan kebijakan PSBB transisi. Dalam penerapan PSBB Transisi ini, berbagai fasilitas umum sudah mulai di buka, diantaranya tempat wisata, pusat perbelanjaan dan pasar tradisional.

Untuk pegawai juga sudah mulai di terapkan bekerja dari kantor masing-masing, meski ada beberapa instansi yang menerapkan sistem masuk kerja dengan konsep ganjil-genap.
Meskipun saat PSBB Transisi, semua fasilitas pelayanan publik sudah beroperasi, namun tetap ada aturan khusus bagi seluruh masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku, seperti tetap memakai masker, sering mencuci tangan dan usahakan untuk tetap menjaga jarak ketika berada di tempat publik.

Berbeda dengan Jakarta yang sudah mulai menjalankan PSBB Transisi, dibukanya pusat pelayanan publik tidak sepenuhnya berlaku untuk instansi pendidikan termasuk sekolah. Meskipun infonya beberapa provinsi di Indonesia akan mewacanakan diterapkannya sistem belajar dengan tatap muka. Namun, di tempat saya tinggal, yaitu kabupaten malang sampai saat ini masih menerapkan proses kegiatan belajar-mengajar dengan sistem daring.

Dan, hari ini sudah hari ke-9 Aktif belajar dari rumah untuk anak pertama saya si Asyraf. Setelah berakhirnya Ulangan tengah semester minggu kemarin. Diawali belajar online di pertengahan bulan Juli yang lalu, yang sudah banyak sekali mengajarkan kepada saya bahwa tugas guru di sekolah itu sangatlah Berat. Butuh banyak kesabaran dan keikhlasan. Buat saya ini adalah Hikmah yang dimana saya lebih bisa menghargai waktu, membuat saya harus bisa membagi dan mengatur waktu untuk membersamai SFH Anak pertama saya sambil mengasuh satu balita dan satu Bayi, membagi waktu agar pekerjaan rumah bisa terpegang dengan baik dan meluangkan sedikit waktu untuk aktifitas jualan Online. Hehheheha

Dengan adanya SFH ini, saya akhirnya bisa beradaptasi dengan keadaan. Mengingat kondisi dan keadaan saya adalah Emak-emak Naga (Emak-emak beranak tiga), dengan adanya sekolah dari rumah saya bisa menemukan solusi terbaik supaya semua pekerjaan bisa diatur dengan baik dan Alhamdulillahnya saya bisa lebih santai saat membersamai mengerjakan tugas-tugas daringnya si Asyraf.

Karena SFH ini, saya juga lebih bisa untuk belajar lagi dalam hal mengelola emosi dan mengajarkan kecerdasan emosi kepada anak-anak, Terutama kepada Asyraf juga adiknya.

Alhamdulillah karena tipe Asyraf ini menurut saya adalah yang easy child, sehingga tak perlu tenaga Ekstra dan mudah bagi saya untuk mengajarkan pelajaran daring dari sekolahnya. Tak perlu membuat saya banyak berteriak-teriak hingga berapi-api, sehingga saya tak sampai memerlukan bergelas-gelas es cendol untuk mendinginkan hati ini.

Kemudian saya jadi mikir, bagaimana cara guru2 disekolah mengajarkan dengan berbagai macam karakter anak? Ada yg mudah mengerti ada juga yang sulit mengerti sehingga butuh banyak cara untuk mengajari mereka. Salam hormat saya untuk para guru di manapun berada. Karena tugas dan pekerjaan guru itu sangatlah Luar biasa.
Mereka bekerja tanpa pamrih dengan gaji yang mungkin tak seberapa. Tapi Ridho,ikhlas dan tetap mencintai anak-anak kita.

Untuk yang sedang mengeluh, tolong jangan menyalahkan guru untuk tugas yang mungkin dirasa terlalu banyak atau berat. Karena saya yakin, Tugas Guru-guru di masa Pandemi ini tak kalah Beratnya. Apakah kita tak ngin anak kita memiliki adab dalam menuntut ilmu? Tidakkah kita ingin ilmu yang didapat anak kita menjadi berkah?

Ini sekaligus jadi pengingat diri saya sendiri, Saat kita mengalami ujian, ada orang lain yang bisa jadi ujiannya jauhhhh lebih berat. Ingatlah bahwa Allah selalu mengingatkan kepada kita, bahwa kita tak akan masuk surga tanpa adanya Sebuah Ujian.
Maka, untuk yang merasa kesulitan dalam Mengajar, mengasuh anak, berbakti kepada suami, berbakti kepada orangtua, Yakinlah itu semua sudah Allah janjikan akan ada pahala Surga di dalamnya. Kalau mudah, bukan Surga Hadiahnya, mungkin Akan dapat Kipas Angin saja…Ehehehehe

Mulai sekarang, Yuk di mulai hari ini, lakukan kebaikan untuk diri sendiri dengan berhenti mengeluhkan keadaan, berikan sugesti positif, perbanyak syukur, ikhlas karena yakin akan ada pahala di setiap apa yang kita lakukan. Apalagi pandemi ini Allah yang menakdirkan dan sudah pasti akan ada hikmah yang indah yang akan bisa kita dapatkan. Tetaplah sabar dan banyak-banyak berdoa, Insya Allah cobaan, ujian dan semua ini akan segera berlalu.

#ODOP

#OneDayOnePost

#ODOPBatch8

#TantanganPekan7 #Odop2020 #OdopDay44

Tentang Perbedaan

Perbedaan, Semakin kesini aku semakin sadar
Semakin banyak aku mengetahui Semakin sadar bahwa banyak sekali Yang sebenarnya belum aku ketahui

Pun tentang baik buruk, hitam putih ataupun abu-abu, Waktu mengajarkanku, bahwa sampai saat ini, Pasti kacamataku berbeda dengan kacamatamu.

Waktu menyindirku bahwa mungkin selama ini aku terlalu sombong dan kekeuh pada satu kacamata. Padahal bukankah di dunia ini ada banyak kacamata-kacamata lainnya ?

Kacamata-kacamata yang penuh dengan perbedaan. Baik dan buruk yang mana belum ku ketahui. Karena selama ini usahaku masih kurang untuk mencari tahu.

Begitupun waktu yang sering sekali berpesan padaku, jangan sombong hanya dengan satu kacamata, kacamataku terlihat pas di wajahku, mungkin karena memang itulah yang selalu kugunakan di setiap hariku. Aku hanya belum tahu, bahwa ada banyak kacamata di dunia ini, dan mereka di buat sepaket dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Waktu mengajarkanku untuk selalu merendahkan hati, serendah rendahnya, agar tidak merasa tinggi dan cukup dengan apa yang sudah didapat sekarang. Dan selalu diingatkan bahwa apa yang ku ketahui ini sangat lemah daripada ilmu-Nya.

Selalu ada hikmah di setiap yang kualami, Seperti ketika aku merasa kacamataku kini mulai keruh. Kacamataku mulai buram.

Mungkin waktu ingin mengajakku kembali berkelana, melihat jendela luar, dan melihat kacamata-kacamata yang lainnya.

Malang, 18 Oktober 2020

#ODOP #OneDayOnePost #OdopDay42 #Odop2020 #OdopBatch8

Cerpen Anak Sholeh

Di dalam villa Abinya Rayyan, selain semua makan tersedia, disana juga ada seseorang yang di tugaskan untuk menjaga dan menemani si nenek yang di temuinya kemarin.

“Nek, nenek betah kan disini? Nenek tinggal disini saja ya nek, biar nenek enggak kedinginan” Ucap Rayyan.

Nenek itu menjawab “Nenek sudah sangat merasa bahagia dan bersyukur bisa tinggal disini nak, nenek sama sekali tidak merasa kurang makan, dan nenek tidak kedinginan saat tidur malam, tidak seperti saat nenek masih hidup di jalanan”.

Nenek boleh tinggal disini sampai kapanpun Nek, ucap Uminya Rayyan. Dengan tinggal disini, semoga bisa membuat Allah Ridho kepada kami dan menjadi penambah amal kebaikan kami saat di Akhirat nanti.

Sambil sesekali menyeka air matanya, Nenek itu menimpali dengan hanya menganggukkan kepalanya dan menyampaikan kata maaf karena Nenek sudah sangat merepotkan dan nenek tak tahu harus membalas kebaikan keluarga Rayyan dengan apa.

Di Villa, Nenek sangat dijaga, dirawat dan diperhatikan pola makan dan asupan gizinya. Hingga di suatu malam, ditemuinya nenek dalam kondisi lemah. Sepertinya beliau sakit dan harus segera di bawa ke Rumah sakit.

Saat mengetahui Nenek sakit, Rayyan sangat sedih, dia takut kalau-kalau kejadian beberapa bulan yg lalu terulang lagi. Kondisi dimana neneknya harus mengalami sakit hingga akhirnya Allah menakdirkan untuk neneknya Kembali.

“Rayyan baru saja kehilangan nenek,baru saja Allah mengambil nenek Rayyan. Sekarang Rayyan baru saja bahagia karena ada nenek lagi, masa Allah mau mengambilnya kembali?” Sambil menangis Rayyan berbicara dengan Uminya yang juga tampak khawatir akan kondisi si nenek.

“Rayyan?” Panggil Abinya

“Duduk disini sebentar nak, Abi mau bicara” lanjutnya

Bersambung….

#Odop2020 #OdopBatch8 #OneDayOnePost #OdopDay41 #Odop

Pesan Untuk Aisyah

Saat Nanti, Kamu Akan Menemui

Aisyah, Putriku
Saat kamu dilahirkan ke dunia ini
Bunda tahu bahwa kebahagiaan
Akan menyelimuti hidupmu

Karena
Saat kau terlahir
Hati bundaku di penuh dengan rasa bahagia, Bahagia karena bunda sudah bertemu denganmu

Maka begitulah kelak,
Kamu akan menemui kehidupanmu    Yang akan dipenuhi dengan bunga-bunga,
Warna-warni yang semarak penuh cinta

Nikmatilah kehidupan ini, Nak
Dari udaranya yang bersih,
Langitnya yang cerah, ataupun
Sungai-sungainya yang mengalirkan keindahan.

Saat kamu akan menemui
Betapa indahnya kehidupan ini
Semuanya adalah gambaran tentang  Rabbmu
Tentang Keagungan-Nya, Kasih sayang-Nya, dan juga Kemurahan-Nya.

Aisyah, Bersyukurlah Nak
Untuk setiap keadaan yang telah kamu lalui
Dan berjanjilah untuk menapaki
Jalan yang telah diridhai

Karena setiap kali
Syukurmu datang kepada-Nya,
Maka Allah akan menurunkan berbagai nikmat-Nya,
Bukan hanya satu, namun berlipat-lipat banyak nya

Malang, 16 Oktober 2020

#Odop #OneDayOnePost #OdopDay40 #Odop2020 #OdopBatch8

Cerpen Anak Sholeh

Rayyan adalah anak yang pintar, sholeh, penurut, selalu menuruti perintah Allah dan juga menuruti perintah orangtuanya.

Suatu hari…
Rayyan bermain bersama teman-temannya, yang bernama Dzikrie, Ahmad dan Dillah. Ketika mereka sedang bermain di taman,

“Eh kamu bawa uang gak…?” tanya Dzikrie.
“Bawalah…!” kata Rayyan, Ahmad dan juga Dillah bersamaan.
“Jajan yuk…!” ajak Dzikrie.
“Ayo…!” kata Rayyan, Ahmad dan Dillah.

Saat mereka hampir sampai di toko, terlihatlah oleh mereka ada seorang nenek. Mereka merasa kasihan, melihat nenek itu badannya kurus dan bajunya tidak layak untuk dipakai, lusuh sekali penampilannya.

Tiba-tiba Rayyan bergegas menghampiri,
“Nenek…, mana keluarga nenek…?” tanya Rayyan.
“Keluarga Nenek sudah meninggal semua” jawab Nenek itu.
“Innalillahi wa innaillaihi rojiun…!” kata Dzikrie dan teman temannya. Mereka merasa kasihan sekali sama nenek yang di temui nya tadi.

Sesampainya di rumah Rayyan bercerita pada Abi juga uminya. Dan mereka sepakat untuk membantu Nenek itu. Abi Rayyan bekerja sebagai pengusaha, sedangkan Uminya adalah seorang dokter gigi. Kemudian, mereka bersama-sama menemui Nenek itu.

“Nenek, kami akan membantu Nenek” Kata Rayyan.
“Kami akan memberikan Nenek tempat tinggal,” lanjut Rayyan.
“Ya Allaah, benarkah? Terima kasih ya, Nak…” kata Nenek itu dengan mata berkaca-kaca.

Mereka menempatkan Nenek itu di Villa milik Abinya Rayyan. Karena lokasinya berada di dekat pegunungan, jadi udaranya terasa sangat sejuk. Dan Nenek itu sangat bersyukur dan senang tinggal di Villa milik Abinya Rayyan karena bersih, sejuk, rapi dan nyaman.

Bersambung …

#ODOP #OneDayOnePost #OdopDay39 #OdopBatch8 #Odop2020

Buat situs web Anda dengan WordPress.com
Mulai